Rumah 2 Lantai: Apa Saja yang Harus Dipersiapkan Sebelum Mulai Membangun?
Membangun rumah 2 lantai membutuhkan persiapan yang lebih matang dibandingkan rumah 1 lantai. Bukan hanya karena luas bangunannya lebih besar, tetapi juga karena struktur bangunan harus mampu menahan beban tambahan dari lantai atas.
Kesalahan dalam tahap perencanaan bisa membuat biaya pembangunan membengkak, pekerjaan harus dibongkar ulang, atau bahkan menimbulkan masalah pada bangunan di kemudian hari.
Karena itu, sebelum mulai membangun rumah 2 lantai, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu.
1. Tentukan Kebutuhan Rumah
Langkah pertama adalah menentukan kebutuhan rumah secara jelas.
Berapa kamar tidur yang dibutuhkan? Apakah lantai dua akan digunakan untuk kamar tidur, ruang keluarga, ruang kerja, atau area lainnya?
Hal ini penting karena kebutuhan ruang akan memengaruhi luas bangunan, bentuk struktur, kebutuhan material, hingga estimasi biaya pembangunan.
Sebaiknya kebutuhan ruang sudah ditentukan sebelum masuk ke tahap desain agar perubahan besar tidak terjadi ketika konstruksi sudah berjalan.
2. Siapkan Anggaran Pembangunan
Membangun rumah 2 lantai membutuhkan perencanaan anggaran yang lebih detail.
Jangan hanya menghitung biaya dinding, lantai, dan finishing. Perhitungkan juga:
Pekerjaan persiapan.
Pondasi.
Struktur beton.
Kolom dan balok.
Plat lantai.
Tangga.
Dinding.
Atap.
Instalasi listrik dan air.
Finishing.
Upah tenaga kerja.
Biaya perizinan.
Dana cadangan.
Sebaiknya tersedia dana cadangan untuk menghadapi perubahan harga material atau pekerjaan tambahan yang mungkin muncul selama proses pembangunan.
3. Perhatikan Kondisi Lahan
Sebelum menentukan pondasi, kondisi tanah perlu diperhatikan.
Setiap lokasi memiliki karakteristik tanah yang berbeda. Ada lahan dengan tanah relatif keras, tetapi ada juga lokasi yang memiliki lapisan tanah lunak atau kondisi tanah yang membutuhkan penanganan khusus.
Untuk bangunan 2 lantai, informasi mengenai kondisi tanah menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan sistem pondasi.
Jangan menentukan pondasi hanya karena rumah di sebelah menggunakan jenis pondasi tertentu.
Kondisi setiap lahan belum tentu sama.
4. Rencanakan Struktur Sejak Awal
Rumah 2 lantai memiliki beban yang lebih besar dibandingkan rumah 1 lantai.
Karena itu, struktur bangunan harus direncanakan sejak awal, termasuk:
Pondasi.
Kolom.
Balok.
Plat lantai.
Struktur atap.
Tangga.
Perencanaan struktur yang baik membantu memastikan beban bangunan dapat disalurkan dengan tepat menuju tanah melalui sistem pondasi.
Ini juga alasan kenapa pekerjaan struktur sebaiknya tidak dilakukan berdasarkan perkiraan tukang saja.
5. Tentukan Jenis Pondasi yang Sesuai
Tidak semua rumah 2 lantai harus menggunakan bore pile.
Jenis pondasi harus ditentukan berdasarkan berbagai faktor seperti kondisi tanah, beban bangunan, desain struktur, dan hasil perencanaan teknis.
Pada kondisi tertentu, pondasi dangkal dapat digunakan. Namun pada kondisi tanah tertentu, pondasi dalam seperti bore pile atau metode lainnya dapat menjadi pilihan.
Jadi, pondasi terbaik bukanlah pondasi yang paling mahal, tetapi pondasi yang sesuai dengan kebutuhan bangunan dan kondisi lahannya.
6. Buat Desain Arsitektur dan Gambar Teknis
Desain rumah bukan hanya menentukan tampilan bangunan.
Gambar teknis akan menjadi pedoman bagi pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Idealnya, perencanaan rumah 2 lantai mencakup:
Gambar denah.
Tampak bangunan.
Potongan.
Detail arsitektur.
Gambar struktur.
Detail pondasi.
Gambar instalasi listrik.
Gambar plumbing dan MEP.
Semakin jelas gambar yang digunakan, semakin kecil kemungkinan terjadi perbedaan pemahaman antara pemilik, perencana, dan pelaksana di lapangan.
7. Hitung RAB Sebelum Mulai
Rencana Anggaran Biaya atau RAB membantu pemilik rumah mengetahui perkiraan kebutuhan biaya pembangunan.
RAB juga dapat digunakan untuk membandingkan harga penawaran kontraktor dan mengontrol pengeluaran selama proyek berlangsung.
Jangan hanya melihat angka total.
Perhatikan juga rincian pekerjaan dan spesifikasi material yang digunakan.
Harga yang lebih murah belum tentu lebih menguntungkan apabila spesifikasi pekerjaan yang diberikan berbeda.
8. Jangan Sering Mengubah Desain Saat Konstruksi
Salah satu penyebab biaya pembangunan membengkak adalah terlalu banyak perubahan ketika pekerjaan sudah berjalan.
Misalnya:
"Sekalian kamar mandinya diperbesar."
"Tangga digeser sedikit."
"Lantai dua ditambah satu kamar."
Perubahan seperti ini dapat memengaruhi pekerjaan struktur, material, waktu pengerjaan, dan biaya.
Karena itu, sebisa mungkin selesaikan perencanaan sebelum konstruksi dimulai.
9. Pilih Kontraktor yang Tepat
Pemilihan kontraktor juga menjadi bagian penting dalam pembangunan rumah 2 lantai.
Jangan hanya memilih berdasarkan harga termurah.
Perhatikan:
Portofolio pekerjaan.
Pengalaman.
Kualitas pekerjaan sebelumnya.
Kejelasan RAB.
Spesifikasi material.
Metode pekerjaan.
Timeline proyek.
Sistem pembayaran.
Garansi pekerjaan.
Komunikasi antara pemilik dan kontraktor juga penting agar setiap keputusan proyek dapat dipahami dengan jelas.
10. Perhatikan Perizinan Bangunan
Selain aspek teknis, legalitas bangunan juga perlu diperhatikan.
Sebelum pembangunan dimulai, pastikan kebutuhan perizinan bangunan sudah diperiksa sesuai lokasi, fungsi, dan karakteristik bangunan.
Jangan sampai rumah sudah selesai dibangun tetapi kemudian muncul persoalan administratif karena aspek legalitas tidak dipersiapkan sejak awal.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membangun Rumah 2 Lantai
Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari antara lain:
Menentukan pondasi berdasarkan perkiraan.
Pondasi harus disesuaikan dengan kondisi tanah dan kebutuhan struktur.
Tidak membuat perencanaan struktur.
Rumah 2 lantai membutuhkan sistem struktur yang direncanakan dengan baik.
Tidak membuat RAB.
Tanpa RAB, pemilik akan lebih sulit mengontrol biaya.
Memilih material hanya berdasarkan harga termurah.
Spesifikasi dan kualitas harus menjadi pertimbangan.
Terlalu sering mengubah desain.
Perubahan saat konstruksi dapat menambah biaya dan waktu.
Memulai pembangunan terlalu cepat.
Perencanaan yang terburu-buru justru dapat menimbulkan masalah ketika pekerjaan sudah berjalan.
Checklist Sebelum Membangun Rumah 2 Lantai
Sebelum mulai konstruksi, pastikan beberapa hal berikut sudah dipersiapkan:
☑ Kebutuhan ruang sudah ditentukan
☑ Konsep dan desain rumah sudah jelas
☑ Kondisi lahan sudah diperiksa
☑ Perencanaan struktur sudah tersedia
☑ Jenis pondasi sudah ditentukan
☑ Gambar teknis sudah lengkap
☑ RAB sudah dibuat
☑ Anggaran dan dana cadangan sudah disiapkan
☑ Kontraktor sudah dipilih
☑ Kebutuhan perizinan sudah diperiksa
Dengan persiapan tersebut, proses pembangunan dapat berjalan lebih terarah dan risiko perubahan besar di tengah proyek dapat dikurangi.
Mulai Bangun Rumah dengan Perencanaan yang Tepat
Rumah 2 lantai bukan sekadar rumah yang ditambah satu lantai. Struktur, pondasi, anggaran, desain, dan pelaksanaan harus direncanakan sebagai satu kesatuan.
Karena itu, sebelum mulai membeli material atau memanggil tukang, sebaiknya pastikan terlebih dahulu kebutuhan dan perencanaan bangunan sudah jelas.
Djangkar Miring siap membantu kebutuhan konstruksi dan pekerjaan pondasi untuk berbagai jenis bangunan.
Jika Anda sedang merencanakan pembangunan rumah 2 lantai dan masih bingung menentukan langkah awal, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu mengenai kebutuhan proyek, perencanaan pondasi, dan pekerjaan konstruksi.
Dalam rangka promo kemerdekaan, Djangkar Miring juga menghadirkan program Free Konsultasi & Soil Test bagi calon pelanggan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Jadi, sebelum mulai membangun, rencanakan dulu dengan benar.


